Manajemen Stres oleh Fadli Usman – 15 april 2008 8)
A. Definisi
Manajemen stres adalah kemampuan penggunaan sumber daya (manusia) secara efektif untuk mengatasi gangguan atau kekacauan mental dan emosional yang muncul karena tanggapan (respon). Tujuan dari manajemen stres itu sendiri adalah untuk memperbaiki kualitas hidup individu itu agar menjadi lebih baik. (id.wikipedia.org)
Saya lebih senang menyebut Manajemen stres adalah kecakapan menghadapi tantangan dengan cara mengendalikan tanggapan secara proporsional.
• Stres adalah reaksi dari tubuh (respon) terhadap lingkungan yang dapat memproteksi diri kita dan bagian dari sistem pertahahan yang membuat kita tetap hidup. (Erica , all-about-stress.com)
• Stres sudah ada sejak kita dalam kandungan dan tak pernah lepas dari kehidupan kita
Oleh Karenanya sangat menjadi penting untuk kita mengenali sumber stress dan kelolalah stres tersebut
B. Reaksi Stres
• Reaksi fisik, reaksi yang mudah terlihat, sakit kepala, jantung deg-degan, hilang nafsu makan, tangan dingin dsb
• Reaksi emosi, reaksi sifat ; marah-marah, cemas, mudah tersinggung, pesimis, dsb
• Reaksi Kognitif, reaksi otak, berpikir negatif, sulit konsentrasi, sulit berpikir, dsb
• Reaksi tingkah laku, reaksi sikap ; menarik diri dari pergaulan, tidur berlebihan, jadi pendiam, jadi kasar dsb
C. Sumber stres
Tingkat ekstrim pada Stress bisa disebabkan oleh keadaan krisis dan operasional kantor sehari-hari.
Stress karena krisis bisa disebabkan oleh reaksi emosional terhadap :
– Kehilangan pribadi
– Trauma
– Kegagalan Misi
– Kesalahan manusia
– Pemberitaan Media
Stress karena operasi sehari-hari bisa disebabkan oleh reaksi emosional terhadap :
– Tekanan
– Tuntutan terhadap karyawan
– Tanggung jawab peran
– Kesalah pahaman
– Kebutuhan akan perhatian/penghargaan
– Antagonismen sistem pemerintah dan pihak berwenang setempat
Secara ilmiah sumber stress dibagi atas
• Stres kerja
Secara umum orang berpendapat bahwa jika seseorang dihadapkan pada tuntutan pekerjaan yang melampaui kemampuan individu tersebut, maka dikatakan bahwa individu itu mengalami stress kerja. Namun apakah sebenarnya yang dikategorikan sebagai stress kerja? Menurut Phillip L. Rice, Penulis buku Stress and Health, seseorang dapat dikategorikan mengalami stress kerja jika :
– Urusan stress yang dialami melibatkan juga pihak organisasi atau perusahaan tempat individu bekerja. Namun penyebabnya tidak hanya di dalam perusahaan, karena masalah rumah tangga yang terbawa ke pekerjaan dan masalah pekerjaan yang terbawa ke rumah dapat juga menjadi penyebab stress kerja
– Mengakibatkan dampak negatif bagi perusahaan dan juga individu Oleh karenanya diperlukan kerja sama antara kedua belah pihak untuk menyelesaikan persoalan stress tersebut
• Bioecological stress (interaksi manusia dengan lingkungan)
– Waktu dan kesesuaian tubuh (Time and body rhythms)
– Perilaku makan dan minum (Eating and drinking habits)
– Polusi (Noise pollution)
– Iklim dan lokasi (Climate & altitude)
– Obat-obatan dan sejenisnya (drugs)
• Berasal dari Kognitif
Interpretasi peristiwa yang terjadi dalam hidup, misal gagal dalam proyek, atau proyek tertunda dsb
• Berasal dari kepribadian
Model Pergaulan disesuaikan dengan kepribadian masing-masing
• Psikososial stres
– Perubahan
– Kelebihan beban
– Frustasi (penyebabnya : overcrowding, diskriminasi, faktor sosioekonomi, dan birokrasi)
– Kejemuan (Boredom)
– Kesepian (Loneliness)
• Stres Keluarga
Perilaku negatif yang timbul dalam keluarga, misalnya KDRT, konflik RT, anak tidak berprestasi dsb, kesulitan keuangan
D. Mencegah stres
• Dapatkan info memadai sebelum bertugas
• Pupuk kesehatan jasmani dan rohani
• Keluarkan emosi
• Gunakan waktu untuk relaks bersama keluarga (misalnya jangan tunda cuti RnR didaerah MERAH), ambil cuti bulanan dsb
E. Menyadari stress
Indikator stres berat jika stres tidak dikelola dengan baik :
Apati/lesu, depresi, tidak bisa tidur, makan berlebihan, penyakit ringan yang kambuhan, tidak harmonis dalam berteman, merosotnya efisiensi dan produktifitas, konsumsi alkohol berlebihan dsb
F. Mengelola Stres
• Akui bahwa anda stress
• Jaga kesehatan rohani anda (tetap berdo’a/ mendekatkan diri kepada YANG MAHA KUASA
• Keluarkan emosi anda
• Kendalikan rasa panik
• Jaga kesehatan fisik dengan baik (berolah raga)
• Tidur yang cukup
• Konsumsi makanan bergizi (Vit A, C dan B)
• Sering istirahat
• Relaksasi
• Rekreasi dengan orang-orang terdekat (keluarga)
• Selalu berpikir positif
• Pertimbangkan untuk melakukan konsultasi dengan orang lain atau psikolog profesional
Referensi : 1. Panduan keamanan pribadi (World Vision)
2. various articels at all-about.stress.com
3. id.wikipedia.org
Semoga bermanfaat, Terima Kasih.
Fadli Usman
catatan : Jika telah membaca, mohon indikasikan dengan komentar anda di ‘leave a reply’ atas tulisan saya ini












Assalamu alaikum.
Terima kasih banyak atas tulisannya. saya sudah baca dan juga minta ijin mengcopinya…Insya Allah bermanfaat untuk orang banyak. barokallahu fik…jazakallah
salam,
yusran